Tidak ada yang bisa menerima aku, terkecuali diri aku sendiri


 Perasaan ini sudah ada sejak lama...

Tersadar bahwa mereka tidak ada yang benar-benar tulus, kecuali ibuku dan diriku. Aku pernah mendengar dengan kalimat yang sampai saat ini aku sangat mengingatnya,  ketika orang yang aku yakini tidak akan seperti itu, ternyata dugaanku salah dia melakukan hal tersebut, kalimat yang seolah-olah dengan mudahnya dia berucap seperti itu, aku mengetahui diriku tidak sempurna, diriku banyak kurangnya, bahkan aku tidak pernah terlintas orang yang sama aku itu tidak akan menyakitiku sampai separah itu walau hanya lewat omongan. Dahulu aku pernah dekat dengan seseorang walaupun kami toxic tidak ada sedikit pun kalimat yang ia lontarkan menuju ke perkataan yang menyakitkan tentang diriku yang dapat membuka luka itu kembali, tidak membuka luka masa kecilku, sayangnya ya setiap orang itu berbeda.

Bahkan aku senang sekali ketika begitu sangat perhatian dan lembut awalnya dalam menerimaku, tetapi saat kejadian itu aku baru mengetahui setiap orang itu menginginkan seseorang yang nantinya di keluarga mereka bukan seperti diriku, awanya aku begitu respect dengan dirinya dan segala keluarganya tetapi perlahan rasa itu sedikit demi sedikit mengilang, bukan lagi soal peduli dan menyayangi tetapi hanya soal sekedar menghargai. Aku tidak akan pernah respect terhadap orang yang sudah menyakitiku sampai membuka luka di masa lalu, sekalipun dengan cara apapun aku tidak mau respect dengan orang tersebut, semua hanyalah takdir Tuhan yang akan bekerja nantinya, mau bagaimanapun nantinya akan menjadi seperti apa aku menerima dengan kesungguhan hati, walaupun aku hanya memandang dirinya bukan untuk keluarganya.

Tidak ada orang yang benar-benar tulus, yang bisa membuat bahagia, aku tidak percaya lagi soal yang menerimaku mencintaiku dengan tulus, yang tidak pernah memandang hal apapun, ternyata kamu adalah salah satu bagian yang menyakiti ku dari  luka di masalalu. Tidak pernah terlintas bahwa kamulah, orangnya yang membuat aku menjadi seperti ini.


next lanjutan untuk cerita ini di minggu berikutnya








dariku yang mencoba menerima semua hal ini 
bandung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak ada yang bisa menerima aku (2)

Berdiam

Bertemu