Berdiam

 Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, orang tuaku selalu mengajariku tentang mencintai seseorang dengan tulus tanpah menuntut apapun apalgi Uang..

Maka aku yakinkan kepadamu bahwa orang sepertiku tidak akan tertarik dengan pangkatmu atau hartamu.. aku lebih tertarik dengan bagaimana caramu memperlakukanku....

         Aku menutup lingkup perkenalan dengan lelaki di luar agar kamu tidak khawatir.. sering menangis karna kesepian tanpa kabarmu atau jika keadaan hubungan ini sedang tidak baik baik saja. Aku sering menangis bukan karna aku tidak bisa meluapkan emosiku tapi menangis karna betapa luar biasanya rasa yang aku dapatkan saat aku berusaha menahan segalahnya untuk belajar sabar,dan iklhas saat amarah di atas puncak karna niatku untuk bersamamu ini tulus..

Aku tidak pernah bangga menjadi wanita yang di sukai banyak lelaki tetapi aku selalu ingin menjadi wanita yang dengan tersenyum kamu berkata "kenalkan dia adalah wanita yang menyangiku dengan tulus dan selalu sabar menghadapi semua sikapku dan egoku sampai saat ini". 

mungkin terkadang egoku dan amarahku sering kali muncul tanpa aku bisa mencegahnya, yang kerap kali terucap kalimat - kalimat yang tidak mengenakan keluar dengan sendirinya, aku bahkan tau bahwa diriku terkadang salah bahwa diriku belum bisa mengalah dengan segala persoalan dan permasalahan yang ada. tapi percayalah semua yang terjadi dalam kehidupan ini adalah menjadikannya pelajaran bahwa hidup tidak selalu tentang bahagia.

aku ingin berdiam sejenak menikmati kehidupan dengan tenang dan merasa nyaman, mungkin sekarang ingin berdiam, tapi kalau aku sudah tidak mau menjalankan dengan dirimu kembali aku akan berhenti dengan sendirinya, sebab buat apa kita bersama dengan seseorang tapi dasarnya kita bahagia bukan sebenarnya bahagia, terkadang kita keliru mengartikan itu semua apalgi soal bahagia, kita bahagia atau sebenarnya itu semua hanya biasa aja? . hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

Kadang kita harus terluka dulu, untuk bertumbuh dan maju. Sebab berada dizona nyaman kadang membuat kita tak berkembang.

harus menikmati ujian terlebih dahulu agar kita dapat bersyukur kedepannya, sebab manusia lupa akan hal itu, seolah dirinya sudah merasa lebih baik sampai lupa dengan orang lain, ibarat kata ketika kita sudah diatas kita lupa akan kehidupan kita yang pernah dibawah dulu.

Kadang kita harus dibuat bersedih dahulu, untuk menyadari kesalahan-kesalahan atau sebagai moment intropeksi diri.

sedih manusiawi bentuk ekspresi diri dengan keadaan, tapi terkadang aku sebagai manusia yang tidak mau menunjukkan rasa itu, biarlah aku pendam sendiri. orang lain hanya sekedar ingin mengetahui bukan lebih dari itu.

Sebab banyak tertawa dan sedikitnya ujian sering membuat kita lupa pada tujuan hidup.

Tidak semua yang kita dengar, orang lain harus dengar juga. Tidak semua yang kita tahu, orang lain harus tahu. Dan tidak semua kejadian yang kita alami, orang lain harus mengetahuinya. karena pada dasarnya manusia itu bukan untuk perduli tapi untuk mengetahui, jangankan hanya teman ya walaupun sudah dekat pun tetap mereka akan perduli dengan dirinya sendiri. akan berupaya terhadap dirinya bukan buat orang lain. Pandai-pandailah menjadi orang yang bijaksana, yang tahu menempatkan sesuatu pada tempat dan kondisinya.

Sebab hari ini, sudah langka orang yang amanah, sudah sulit orang adil dan bijak.


                          Hidup ini penuh teka teki, ada banyak alur yang ga terduga.


Mulai dari kesulitan sampai kemudahan, kedatangannya ga pernah habis. Mereka saling mengiringi dan membersamai, tanpa ingin mengakhiri.

Bersedih, meratap, dan marah lah sekadarnya. Memproses ujian itu memang butuh waktu.

Asal jangan pernah lupa bahwa kemudahan pasti akan datang, terlebih jika kita memegang teguh rasa syukur, aku percaya bahwa pelangi pun butuh waktu untuk memperlihatkan warna warni indah yang bisa memancarkan untuk siapa saja yang melihatnya, kupu - kupu pun butuh untuk berkembang dan beradaptasi sampai akhirnya memperlihat betapa cantiknya betapa indahnya hewan tersebut, bunga pun butuh mekar untuk dapat bermekaran dan memperindah halaman rumahnya, semua butuh waktu semua butuh proses, dalam menjalani kehidupannya, dengan menghargai segala proses menjadikan diri ini lebih kuat lagi kedepannya. 

Jangan pernah mengira orang yang engkau anggap bodoh adalah bodoh, bisa jadi sebenarnya dia sedang ingin mengetahui kebodohanmu namun dengan cara yang tidak engkau ketahui

Ingatlah kata pepatah setinggi apapun gunung tidak akan pernah bisa mengalahkan tingginya rumput.

    akan selalu ada alasan kenapa kamu dipertemukan dengan seseorang, entah kehadirannya mengubah hidupmu, atau kamu mengubah hidupnya. jadi, kalau suatu saat nanti berpisah jalan, artinya bagianmu dalam hidupnya dan bagianya dalam hidupmu sudah selesai. it's okay, and it's really okay. karna, ada satu hal yang harus kamu percayai bahwa, tuhan selalu punya cara terbaik untuk mengganti sesuatu yang sudah seharusnya kamu ikhlaskan.



aku bahagia aku mandiri aku bisa sendiri .




dibawah langit cibiru pada saat terbenamnya matahari. 


peri.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak ada yang bisa menerima aku (2)

Bertemu